Mono79

Just another WordPress.com weblog

Belajar Mikrokontroler

Ini pesenannya Cicit. Tapi belum selesai. Entar tak update lagi.
Persiapan
Yang harus disiapkan sebelum mulai belajar antara lain :

  • Buka atau referensi atau tutorial yang menurut Anda mudah untuk dipelajari.
    Jika mememungkinkan cari lebih dari satu (sebagai pembanding), tetapi tidak lebih dari 3 (capek bacanya). Dan jika memungkinkan cari satu buku yang lebih banyak bersifat teknis dan satu buka yang lebih cenderung ke aplikasi praktis.
  • Datasheet.
  • Application note (optional).
    Datasheet kadang2 tidak memberikan cukup informasi untuk aplikasi praktis dari fasilitas-dasiltas yang ada di mikrokontroler.
  • Emulator.
    Emulator berguna untuk mempelajari instruksi mikrokontroler tanpa harus menuliskan program ke mikrokontroler. Emulator juga memungkinkan memonitor nilai-nilai dalam register, memory, dan IO dalam mikrokontroler.
  • Development board.
    Development board diperlukan untuk mencoba aplikasi pada hardware yang sesungguhnya. Umumnya development board berisi mikrokontroler, writer (atau eprom emulator jika mikrokontroler tidak memiliki memory program internal), catu daya (optional), dan I/O sederhana (led, seven segment, saklar). Jangan menggunakan writer tersendiri yang terpisah dari rangkaian utama (yang berisi I/O) karena menyulitkan proses penulisan (chip mikrokontroler harus dilepas dari board rangkaian utama setiap kali penulisan), mengingat saat proses belajar akan sering sekali terjadi kesalahan penulisan program. Jika mikrokontroler memiliki ISP (In System Programming) gunakan fasilitas ini. Jika Anda memiliki dana berlebih (ratusan dolar), Anda bisa membeli ICE (In Circuit Emulator) yang memungkinkan melakukan proses debugging langsung pada hardware.
  • Kopi, teh, camilan.
    Saat proses belajar, Anda butuh banyak makanan yang bergisi terutama jika Anda sama dengan penulis yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Proses

  • Pelajari arsitektur.
    Tak kenal maka tak sayang. Kenali dulu arsitektur mikrokontroler yang ingin Anda pelajari (cukup kenali saja, gak perlu sampi sayang segala, apalagi sampai dibawa tidur atau ke kamar mandi). Secara garis besar yang harus Anda pelajari adalah register, akumulator (kalo ada), register status, mapping memori data, dan I/O. Khusus I/O untuk permulaan cukup Anda pelajari I/O paralel, I/O yang paling sederhana. Setelah Anda benar-benar mengenal arsitektur dasar mikrokontroler secara mendalam baru Anda pelajari I/O lainnya (UART, EEPROM, TIMER, dll).
  • Pelajari instruksi.
    Kenali instruksi-instruksi yang dimiliki olah mikrokontroler, termasuk efeknya pada register status.
  • Coba contoh-contoh program di emulator.
    Untuk lebih memudahkan mempelajari instruksi, cari contoh-contoh program dan jalankan di software emulator. Amati hasil eksekusi pada register, memory, dan I/O.
  • Coba di hardware.
    Jika Anda sudah cukup menguasai arsitektur dan instruksi-instruksi yang ada dalam mikrokontroler, saatnya mencoba di hardware yang sesunggguhnya.

Jika Anda menemui kesulitan dalam proses belajar, cobalah mencari pemecahannya di literatur/ tutorial dari buku atau internet (google is your friend) terlebih dahulu. Bisanya pemecahan yang Anda temukan sendiri akan lebih mudah Anda pahami dan ingat. Jika memang Anda benar-benar tidak menemukan jalan keluar, barulah Anda tanyakan pada orang lain yang lebih mengerti. Dan tentunya orang yang Anda tanyai akan sangat menghargai jika Anda bawakan makanan atau Anda traktir makan siang.

February 18, 2006 Posted by | Elektronik | 6 Comments

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.