Mono79

Just another WordPress.com weblog

Kembali ke Zenwalk

Buat yang belum tahu, Zenwalk adalah distro linux yang diturunkan dari Slackware. Pada awalnya malah masih memakai nama Minislack. Aku sendiri pertama kali pake Zenwalk sekitar 2,5 tahun yang lalu, kalau gak salah versi 2 (atau 3).

Tapi semenjak ganti kompie dengan Aspire 4520 dengan amat sangat terpaksa harus ganti distro. Begitu aku beli ini notebook ternyata gak ada satu pun distro berbasis Slackware yang jalan (selalu hang saat booting), dan ternyata kebanyakan distro linux memang bermasalah dengan notebook ini (masalah dengan ACPI). Setelah coba2 bermacam-macam distro (Slackware, Zenwalk 4.6, Ubuntu, OpenSuse, Dreamlinux) akhirnya diputuskan menggunakan OpenSuse 10.3 karena distro ini yang paling sedikit bermasalah. Cuman ini distro agak susah oprekannya. Kalau lagi butuh software dan kebetulan ada di repositori memang enak, tinggal buka Yast dan langsung install. Kalau ternyata gak ada paket yang buat OpenSuse (atau yang paling parah malah gak ada binary-nya sama sekali) itu yang bikin ribet. Untuk bisa compile source dari instalasi OpenSuse standar, cukup merepotkan. Banyak paket2 yang harus diinstall (compiler, header library, tools development, dll). Sementar kabanyakan software yang aku butuhkan tidak tersedia di repositori OpenSuse. Dan akhirnya OpenSuse sangat jarang dipakai, lebih banyak pake Windows.

Dan akhirnya 3 hari yang lalu tiba2 muncul pikiran iseng buat nyoba Zenwalk 5.0. Zenwalk 5.0 sendiri sudah keluar beberapa minggu yang lalu.

Perjuangan dimulai dengan mencoba memanggil instaler Zenwalk dari Grub. Gara2nya waktu pingin install Zenwalk, gak punya cd kosong :D dan udah jam 11 malem lagi. Setelah beberapa kali mencoba memasukkan parameter isolinux yang ada di file iso Zenwalk dan menyesuaikan dengan parameter Grub, akhirnya berhasil juga masuk ke instaler Zenwalk. Aku sendiri kurang tahu perubahan apa yang ada di kernel Zenwalk 5.0 dari versi sebelumnya yang menyebabkan kernel bisa booting dengan lancar. Mungkin gara2 kernel Zenwalk 5.0 yang menggunakan irq-balance.

Setelah proses instalasi selesai, perjuangan dilanjutkan. Secara umum ini notebook punya 3 masalah dengan linux. Pertama VGA. Penyelesaiannya gampang, tinggal download driver dari nVidia. Untungnya Zenwalk sudah menyertakan file2 heder hernel yang dibutuhkan untuk meng-compile driver dari nVidia.

Masalah kedua sound card. Biasanya soundcard terdeteksi tapi gak ada suara. Tinggal tambah parameter

options snd-hda-intel model=acer

di /etc/modprobe.d/sound sebenarnya, tapi kok tetap gak jalan. Setelah beberapa kali restart, baru ketahuan kalau alsa driver bawaan Zenwalk 5.0 masih versi 1.0.14. Setelah ganti dengan alsa driver 1.0.15 (terbaru 1.0.16) akhirnya soundcard bisa bersuara kembali.

Masalah ketiga adalah wifi. Biasanya cukup pake ndiswrapper dan install acer-acpi dah jalan. Yang jadi masalah acer-acpi butuh dukungan module LED yang ternyata didak diaktifkan di kernel Zenwalk 5.0 dan terpaksalah compile ulang kernel :( . Itupun kadang2 masih bermasalah. Entar aku coba update acer-acpi terbaru dan kalau masih tetep bermasalah ya terpaksa oprek script booting.

Dan sekarang notebook-ku bersatu kembali dengan Zenwalk…
[Screenshoot menyusul]

February 8, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

(Tolong) != (Tolong!)

Entah aku yang udah lama gak dapet pelajaran bahasa (sehingga gak tau kalo ada perubahan) atau ada yang salah dengan orang2. Dulu di sekolahan, waktu pelajaran bahasa Indonesia, kalau gak salah diajarkan bahwa untuk memberikan penekanan maksud sebuah kalimat bisa digunakan tanda baca. Contohnya tanda “?” digunakan untuk menyatakan kalimat tanya, dan tanda “!” untuk menyatakan kalimat seru atau perintah.

Terus apa hubungannya dengan judul postingan ini? Begini ceritanya. Beberapa kali di sejumlah forum diskusi dan termasuk blog ini, aku menemukan kejanggalan dalam penggunaan tanda “!”. Contoh pada kalimat di salah satu komentar di blog ini :

“Tolong bagi-bagi ilmu tentang pemrograman pada mikrokontrol donk!!!!!”

Kata “tolong” seharusnya menyatakan permintaan. Tapi tanda “!” (lima kali lagi) dalam kalimat tersebut menyatakan perintah. Terus yang bener, maksud penulis sebenarnya apa? Minta tolong atau memerintahkan aku untuk menolong dia? Kalaupun tanda “!” menyatakan kalimat seru, juga gak tepat kalau dipertemukan dengan kata “tolong”, kecuali seperti pada contoh kalimat

Tolong, ada maling!

February 2, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.